Sejarah dan Kelezatan Bacalhau: Simbol Kuliner Portugis dan Pengaruhnya di Seluruh Dunia
Bacalhau, atau ikan cod kering dan diasinkan, adalah salah satu bahan makanan paling terkenal dan disegani dalam kuliner Portugal. Dikenal sebagai “teman setia” oleh orang-orang Portugal, bacalhau telah menjadi bagian integral dari tradisi, budaya, dan kehidupan sehari-hari mereka selama berabad-abad. Bahkan dikatakan ada lebih dari 1.000 resep untuk memasak bacalhau di Portugal sendiri, menjadikannya salah satu bahan yang paling fleksibel dan sering dimasak dalam hidangan nasional.
Awalnya, teknik pengawetan dengan garam digunakan untuk membuat bacalhau sekitar 500 tahun lalu, ketika penjelajah Eropa menemukan Amerika. Sebelum ditemukannya teknologi pendinginan, metode ini sangat penting untuk menyimpan ikan agar tetap segar tanpa membusuk. Ikan cod adalah spesies yang ideal untuk proses ini karena visit us memiliki kadar lemak rendah, yang memungkinkan garam menyerap dan melindungi daging ikan dengan baik. Penyimpanan ini juga menciptakan rasa yang unik dan menggoda yang tidak bisa ditemukan pada ikan segar.
Bacalhau mulai populer di kalangan nelayan Norwegia, Norman, Breton, dan Inggris pada akhir abad ke-16, setelah mereka belajar teknik pengawetan ini dari nelayan Basque di Newfoundland. Di Portugal, bacalhau berkembang menjadi makanan pokok bagi semua lapisan masyarakat, baik kaum biasa maupun bangsawan. Pada abad ke-18, bacalhau menjadi simbol kemampuan Portugal untuk memenuhi kebutuhan protein yang murah dan mudah didapatkan, sehingga menjadi santapan harian bagi banyak keluarga.
Pada awal abad ke-20, dengan munculnya teknologi pembekuan dan transportasi internasional, pasokan bacalhau dari Newfoundland mulai menurun, sementara negara-negara seperti Islandia dan Norwegia menjadi produsen utama bacalhau untuk pasar Portugal. Meskipun demikian, bacalhau tetap menjadi makanan favorit di kalangan masyarakat Portugal. Ia mendapatkan julukan “teman setia” karena selalu tersedia dan dapat diolah menjadi berbagai jenis hidangan yang lezat.
Bacalhau bukan hanya menjadi bagian dari kebiasaan kuliner di Portugal, tetapi juga di beberapa negara lain yang pernah jadi koloni Portugal, seperti Kepulauan Cape Verde, Angola, Brasil, Timor Leste, serta Goa di India. Di Sfax, Tunisia, bacalhau juga populer dan sering disajikan bersama saus chermoula pada hari pertama Idul Fitri. Ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh budaya Portugal di berbagai belahan dunia.
Hidangan bacalhau biasanya disajikan dengan kentang, ubi jalar, umbi-umbian, serta roti segar. Rasa tradisional dari hidangan ini biasanya ditambahkan dengan bumbu-bumbu seperti bawang putih, bawang merah, minyak zaitun, merica hitam, merica putih, piripiri, daun salam, peterseli, ketumbar, dan pala. Minuman pendampingnya biasanya adalah anggur hijau (vinho verde) atau anggur kuno seperti Alentejo, Dão, atau Douro.
Sejarah bacalhau juga erat kaitannya dengan tradisi agama Katolik Roma, yang melarang konsumsi daging pada hari-hari tertentu seperti Jumat, masa Pra-Paskah (Lent), dan festival keagamaan lainnya. Oleh karena itu, bacalhau menjadi alternatif yang populer untuk memenuhi kebutuhan nutrisi para umat Katolik di Portugal dan negara-negara lain dengan tradisi serupa.
Dengan cita rasa lezat dan sejarah panjangnya, bacalhau tidak hanya menjadi simbol kuliner Portugal tetapi juga cerminan nilai-nilai kebersamaan, kreativitas, dan keberlanjutan. Banyak hidangan bacalhau yang dipersiapkan bersama-sama di acara-acara sosial, menandai kehadiran bacalhau sebagai ikon budaya dan makanan yang tak tergantikan di dunia modern.